Warning: include(connection.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/fbanten/public_html/ads/view/latar.php on line 2

Warning: include() [function.include]: Failed opening 'connection.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php') in /home/fbanten/public_html/ads/view/latar.php on line 2

Warning: include(connection.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/fbanten/public_html/ads/view/atas_utama.php on line 2

Warning: include() [function.include]: Failed opening 'connection.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php') in /home/fbanten/public_html/ads/view/atas_utama.php on line 2

Diduga Menipu Warga Rp 60 Juta,Anggota Polsek Ciomas Dituntut 4 Bulan Penjara

December 19th, 2011  |  Published in Uncategorized

Serang,FESBUK BANTEN News (19/12) – Ajat S,anggota Polsek Ciomas,Serang,oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),di Pengadilan Negeri (PN) Serang,Senin (19/12) dituntut empat bulan penjara.Lantaran menipu menipu seorang warga Kampung Citundun, Desa Batu  Kuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang ,Mimi Daelami  sebesar Rp60 juta.

Dalam sidang beragendakan tuntutan yang dipimpin hakim Rehmalem Perangin-angin didampingi dua anggotanya Lutfi dan Ristanti,dengan JPU Andri Saputra,sementara terdakwa didampingi penasehat hukumnya Askari,terdakwa yang ditahan di rutan Serang tersebut dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

JPU dalam tuntutannya mengatakan,berdasarkan fakta persidangan,keterangan saksi,barang bukt yang dihadirkan,serta pengakuan terdakwa,terdakwa telah melakukan tindak pidana penipuan secara berlanjut,sesuai dengan dakwaan,yakni pasal 378 KUHP.

“Oleh karena itu,kami mohon majelis hakim untuk menyatakan  terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penipuan sesuai pasal 378 KUHP,dan menyatakan terdakwa dihukum empat bulan penjara,potong masa tahanan,” kata Andri.

Sebelum memberikan tuntutan,JPU terlebih dahulu membeberkan alasan meringankan dan memberatkan pada diri terdakwa.”Alasan yang memberatkan pada diri terdakwa,yakni perbuatan terdakwa meresahkan ,serta seharusnya terdakwa menjadi contoh bagi masyarakat,” kata Andri.

Sementara,lanjut Andri,alasan yang meringankan pada diri terdakwa,bersikap sopan selama persidangan,mengakui perbuatannya dan menyatakan menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,serta terdakwa sudah mengganti uang tersebut kepada korban Mimi.

Menyikapi tuntutan tersebut,terdakwa melalui penasehat hukumnya,Askari melakukan pledoi (pembelaan terhadap tuntutan JPU) secara lisan.

“Kami mohon majelis hakim menghukum terdakwa seringan-ringannya,karena selain antara terdakwa dan korban sudah berdamai,terdakwa masih  muda,juga terdakwa masih ingin jadi polisi,” kata Askari.

Meski demikian,JPU tetap pada tuntutannya,sehingga dalam replik,atau tanggapan atas pembelaan/pledoi terdakwa menyatakan dengan lisan. “Kami tetap pada tuntutan,majelis hakim,” tegas JPU.

Usai mendengarkan tuntutan,pledoi dan tanggapan pledoi,majelis hakim akhirnya menyatakan sidang ditunda dan aan dilanjutkan dua pekan ke depan.

“Bailklah,sidang ditunda hingga 4 Januari 2012,dengan agenda putusan,” kata Rehmalem,seraya mengetukan palunya,tanda sidang ditutup.

Untuk diketahui, tersangka dilaporkan telah melakukan penipuan dan penggelapan ke polisi  oleh Mimi Daelani, warga Kampung Citundun, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang pada 10 Agustus 2011. Dalam laporannya, penipuan yang dilakukan tersangka  terjadi pada 12 November 2010, sekitar pukul 15.00 bertempat di rumah korban di Kampung  Citundun, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang.

Saat itu tersangka meminjam uang kepada  korban sebesar Rp 30 juta dengan memberikan jaminan 1 unit mobil Toyota Avanza B 1370 UFS warna silver. Alasan tersangka meminjam uang itu untuk keperluan biaya adiknya daftar polisi. Kepada korban, tersangka menjanjikan akan mengembalikan uang tersebut dalam tempo 1  bulan.

Pada Februari 2011, tersangka kembali lagi menemui korban. Bukannya mengembalikan utangnya, melainkan meminjam uang kembali sebesar Rp 30 juta dengan alasan untuk kekurangan biaya  adiknya masuk polisi. Sebagai jaminan, tersangka kembali menjaminkan mobil Toyota Avanza A 1785 VC warna hitam.

Setengah bulan kemudian tersangka datang lagi ke rumah korban dan mengambil mobil yang  pertama dijaminkan dengan alasan akan diservis. Tersangka berjanji akan mengembalikan mobil  itu dalam 1 hari, namun tidak pernah dikembalikan dan tersangka juga tidak pernah menemui  korban.

Tak lama kemudian, mobil Toyota Avanza A 1785 VC warna hitam yang dijaminkan  tersangka ternyata diambil oleh pemiliknya yang ternyata mobil itu mobil rentalan. Akibat  kejadian itu, korban menderita kerugian sebesar Rp 60 juta.(LLJ)

Leave a Response

Security Code: