Baru Beroperasi RSUD Labuan Senilai Rp 4,9 Miliar Sudah Rusak
January 16th, 2012 | Published in Headline, pandeglang
Pandeglang,FESBUK BANTEN News (16/1) - Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang, Drs. H. Iskandar MM mengatakan, ambruknya plafon bangunan ruang TU RSUD Labuan disebabkan angin puting beliung. Meski demikian, plafon tersebut sudah diperbaiki. Akan tetapi menurut anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Ilma Fatwa, dikarenakan kualitas bangunan dan bukan faktor alam.
Iskandar menjelaskan, kejadian ambruknya plafon RSUD Labuan dikarenakan terjadinya puting beliung. Ini mengakibatkan genteng yang ada beterbangan terkena angin. Pada saat kejadian, terjadi pula hujan deras. Air hujan kemudian masuk ke dalam plafon.
“Karena plafonnya tidak kuat untuk menampung air hujan, akhirnya jebol. Plafon tersebut sudah diperbaiki oleh kontraktor pelaksana. Ini bisa langsung di cek,” kata Iskandar.
Iskandar menjelaskan, kontraktor masih bertanggungjawab untuk memperbaiki kerusakan yang ada pada bangunan tersebut. Oleh karena itu, begitu plafon ambruk langsung diperbaiki.
Ketika disinggung pelaksana proyek pembangunan RSUD Labuan, Iskandar mengaku tidak mengetahuinya. Begitu pula dengan anggaran untuk pembangunan rumah sakit Labuan tersebut. Alasannya, bangunan itu didanai oleh APBD Provinsi Banten.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Pandeglang, Ilma Fatwa meminta kepada konsultan dan pelaksana proyek pembangunan RSUD Labuan untuk memperbaiki bangunan plafon yang ambruk tersebut. Kerusakan ini, bukan karena angin putting beliung, melainkan kualitas pekerjaan pembangunan RSUD tersebut kurang maksimal.
“Kontraktor harus bertanggungjawab atas kerusakan plafon RSUD Labuan. Ini bukan karena faktor alam, melainkan memang kualitas pekerjaaannya yang tidak maksimal,” kata Ilma.
Ditempat terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang, HM. Yusuf mengaku sudah mendapat informasi kerusakan plafon salah satu ruangan di RSUD Labuan. Kerusakan ini, dikarenakan kualitas bangunan dan bukan faktor alam.
Yusuf menduga, kualitas bangunan RSUD Labuan kurang maksimal. Akibatnya ada salah satu ruang yang plafonnya ambrol. Beruntung, pada saat kejadian tidak ada korban jiwa.
“Kami akan melakukan pengecekan terhadap bangunan itu. Kami juga meminta dilakukan perbaikan dan kontraktor harus bertanggungjawab,” katanya. (abu Rayyan/LLJ)


Lihat Distribusi Bantuan FBN Banjir Banten 2013