Pasien Suspect Flu Burung di Kabupaten Tangerang Akhirnya Meninggal
January 25th, 2012 | Published in Headline, kesehatan, tangerang
Tangerang,FESBUK BANTEN News (25/1) – Penderita suspect flu burung,Rohmat (18) akhirnya meninggal,Rabu (25/1) sekitar pukul 12.30 WIB.Setelah dirawat secara intensif selama lima hari di ruang instalasi flu burung di RSU Tangerang.
“Nyawanya tidak tertolong. Padahal kami sudah sekuat tenaga berusaha agar dia bisa selamat,” ucap Achmad Muchlis, Kabag Humas RSU Tangerang..
Muchlis menjelaskan, Rohmat meninggal sekitar pukul 12.30, setelah lima hari dirawat. “Kondisinya kian kritis, dari mulai masuk hingga meninggal. Virus terus menyerang tubuhnya,” ucap Muchlis,seraya mengatakan,padahal hasil uji laboratorium terhadap darah Rohmat, negatif flu burung (H5N1).
Namun,saat Muchlis ditanya kenapa Rohmat meninggal karena sakit apa,dia tak mampu menjawab.Padahal RS tersebut sudah melakukan uji laboratorium sampai dua kali dan hasilnya negative semua.
“Justru itu kami sedang mencari tahu, pasien meninggal karena apa. Karena kalau flu burung, sudah dinyatakan negatif,” ucapnya.
Selain itu, Muchlis melarang wartawan mengambil gambar dari dekat. Hal itu disebabkan kondisi jenazah Rohmat, yang berbahaya. “Untuk mengambil gambar dari dekat rasanya tidak bisa. Ini demi kebaikan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Achmad Nizar, staf Humas RSU Tangerang, sebelum dibawa, mayat Rohmat terlebih dahulu dibungkus dengan baju planet, baru selanjutnya dimasukkan ke dalam peti kayu. Setelah mayat tadi dimasukkan peti kayu, baru dituang tanah merah.
“Penanganannya memang berbeda dibandingkan mayat pada umumnya. Karena mayat Rohmat mengandungvirus berbahaya, jadi ya harus khusus,” ucapnya.
Bahkan pihak keluarga kata Nizar, dilarang untuk melihat jenazahnya. “Setelah dibawa ke rumahnya, langsung dikubur, tanpa boleh buka peti,” tandasnya.
Nani Isnaeni, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, tidak mau mengangkat ponselnya ketika dihubungi. Selama ini, Nani menyangkal bahwa Rohmat terserang virus flu burung. Namun pihak Dinas Kesehatan sudah melakukan langkah antisipatif atas bahaya flu burung itu, seperti penyuluhan kepada warga.
Seperti diketahui, Rohmat dirawat di RSU Tangerang ruang instalasi flu burung sejak Sabtu (21/1) siang, setelah sebelumnya dirawat di RS Sari Asih. Rohmat jatuh sakit setelah seekor bebek peliharannya mati. Rohmat langsung mengalami gejala demam, pilek dan batuk, dan radang tenggorokan. Rohmat yang tinggal di Kampung Ciodeng, Desa Mekarjaya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, memelihara lebih dari 100 ekor unggas. (Kun Aqmar/LLJ)


Lihat Distribusi Bantuan FBN Banjir Banten 2013