Alami Pendarahan,Wanita Hamil Muda Diabaikan RSU Tangerang
February 14th, 2012 | Published in aspirasi, Headline, kesehatan, tangerang
Tangerang,FESBUK BANTEN News (14/2) – Jakwan (32) warga Kelurahan Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang kecewa terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang. Asih (30) istrinya yang sedang hamil muda tersebut mengalami pendarahan, Selasa (14/2), saat dibawa ke RSU Tangerang tidak mendapatkan pelayanan dari petugas medis. 
“Pelayanan RSU sangat mengecewakan, masa istri saya pendarahan saja tidak dilayani, malah disuruh balik lagi besok (hari ini-red) karena pendaftaran sudah tutup. Padahal saya datang ke RSU Tangerang baru pukul 12.30 WIB,” ujarnya kemarin.
Ia menjelaskan, istrinya yang baru hamil 3 bulan mengalami pendarahan. Keluarga yang merasa panik, langsung membawanya ke RSU Tangerang dengan harapan mendapat pelayanan. Sesampainya di RSU, ia diminta untuk langsung ke ruang gawat darurat kebidanan. Sayangnya sesampainya disana tidak juga mendapat pelayanan.
“Masa cuma ditanya-tanya saja, tapi tidak diambil tindakan medis. Bahkan petugas RSU hanya duduk saja dikursinya, tanpa menghiraukan keluhan kami,” terangnya.
Melihat kondisi yang tidak menguntungkan itu, Jakwa yang berprofesi sebagai fotografer Tangerang Ekspres, langsung menyelamatkan istrinya dengan membawa ke rumah sakit swasta di Cimone, Kecamatan Karawaci. Beruntung pelayanan di RS swasta itu lebih baik, dan petugas RS langsung memberikan tindakan medis.
“Padahal saya dan istri sya bukan pemegang kartu multiguna atupun kartu jamkesmas. Jadi saya bayar sesuai harga normal. Seharusnya pihak rumah sakit tidak bertindak demikian. Bagaimana dengan pasien miskin?,” paparnya.
Ia menambahkan, meskipun dirinya sebagai insan pers, namun dirinya tidak mau diperlakukan secara berlebihan. Dirinya ingin mendapatkan pelayanan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku di RSU Tangerang tersebut.
Dihubungi terpisah, Kepala Hubungan Masyarakat RSU Tangerang Achmad Muklis mengatakan, itu terjadi akibat missed comunication saja. Pihaknya sudah mengklarifikasi hal tersebut ke bagian kebidanan, dan dibenarkan adanya tidakan tersebut.
“Kami baru saja berkomunikasi dengan poli kebidanan. Besok (hari ini-red) kami akan memanggil beberapa petugas yang piket saat kejadian untuk dilakukan evaluasi. Saya rasa ini tidak perlu terjadi,” ujarnya. Sebenarnya menurut Muklis, pelayanan tetap harus dijalankan sesuai dengan prosedur dan ketetapan yang ada.
Ia menjelaskan, pendaftaran pasien pada poli rawat jalan memang dibuka pada pukul 07.30-12.00 WIB, namun pelayanan diberikan hingga selesai. Jika pasien yang sudah daftar masih ada, bisa saja dilayani hingga 15.00 WIB.
Menurutnya, pihaknya juga menerima keluhan pasien dengan banyak cara, baik melalui kotak saran yang disediakan, ataupun datang langsung ke tempat pendaftaran. “Kasus yang terjadi pada pasien pendarahan ini, bisa langsung dibawa ke ruang gawat darurat, atau dokter kebinanan yang siaga 24 jam,” tukasnya.(Kun Aqmar/LLJ)


Lihat Distribusi Bantuan FBN Banjir Banten 2013